Energi jiwa adalah sebuah
keinginan yang kuat, yang dapat mendorong pikiran untuk bergerak cepat
mewujudkan suatu impian. Ia merupakan jembatan pikiran yang melahirkan
mimpi-mimpi besar seseorang untuk menjadi sukses. Dan setiap orang memiliki
energi jiwa yang memiliki potensi yang sama untuk berkembang, tinggal bagaimana
orang tersebut mengolahnya. Ledakan energi jiwa bisa menjadikan orang sukses
bila didasari oleh cinta yang suci dan keimanan.
Karena bila ia tidak dirangkai
dengan keimanan tidak akan dapat mencapai kesuksesan yang sempurna. Energi jiwa
merupakan kekuatan pribadi dalam diri seseorang baik yang sudah nampak atau
belum nampak. Bukankah terkadang manusia akan menunjukan kemampuan lebihnya
pada saat ia dibutuhkan, seakan-akan energi tersebut keluar begitu besar dan
diluar kemampuan biasanya. seperti halnya orang yang akan lari sekuat tenaga
ketika ia dikejar-kejar oleh anjing atau sesuatu hal yang ia takuti. Bahkan
mungkin kekuatan larinya 10 kali lebih cepat dibandingkan pada saat-saat biasa.
Contoh lain adalah bila seseorang sangat mencintai pekerjaannya maka ia akan
berusaha melaksanakannya sebaik mungkin, apalagi bila energi itu dibalut dengan
cinta yang suci yang akan melahirkan epik sejarah yang indah. Seperti yang
dilakukan para sahabat yang tidak jadi menikah karena panggilan jihad, ia lebih
memillih panggilan Allah, dan kemudian mati syahid dan kemudian menemukan
tempat terindah di surga. Setiap orang memilki kapasitas atau kelebihan
masing-masing. Bila seseorang berada pada tempat dimana memang itu bidangnya,
maka secara otomatis kualitas dan kinerjanya juga tinggi, dan semakin besar
pula kemungkinan untuknya meraih sukses. Memanfaatkan energi jiwa bahkan pada
kondisi tidak punya uang untuk memperoleh kesuksesan bisa dilakukan dengan
selalu bersikap positif dan optimis. Justru pada saat itulah seseorang akan
termotivasi untuk bekerja lebih keras lagi yang suatu hari akan mengantarkannya
ke gerbang kesuksesan. Motivasi tersebut akan memunculkan keberanian untuk
mencoba suatu hal yang baru, Karena sebenarnya tak ada yang tak bisa kalau
belum dicoba. Semuanya dirangkai bukan secara instan, namun melalui proses yang
diawali dari sebuah kebiasaan yang pada akhirnya menjadikan suatu karakter yang
tangguh. Dan tidak tertipu dengan keadaan yang mapan manakala kesuksesan itu
telah diraih. karena rasa "mapan" akan membuat kebekuan otak dan
hati. Karena bila orang sudah sukses maka ia tidak akan mau kehilangan
kesuksesannya bahkan akan melakukan apapun, dan bila orangsudah naik mobil
mewah, ia tidak akan mau lagi menginjakan kakinya di lumpur. Sangat penting
meraih sukses namun tetap rendah hati bahkan di puncak kejayaan adalah lebih
penting. Belajarlah dari Umar bin Khathab, yang tidak malu menuntun onta yang
ditunggangngi oleh pengawalnya pada saat tiba di yerusalem. Padahal ia adalah
pemimpin jazirah arab pada masa itu. Sedangkan untuk melanggengkan kesuksesan
ada tiga hal yang penting yaitu spiritualitas, akal pikiran dan fisik. Semuanya
saling mendukung satu sama lain. Dan selalu bersikap sadar dan waspada agar
senantiasa Allah memberikan firasat kebenaran atas segala hal yang terjadi. Surga, Tahta, Harta, dan Dunia di Tanganmu...... Tergantung seberapa besar kau mengolah energi yang tersimpan dalam jiwamu yang didasari cinta yang suci dan keimanan
Referensi : buku dahsyatnya energi jiwa karya Reza M.Syarief dan Ahmad Husain
Sumber: http://id.shvoong.com/books/2295862-dahsyatnya-energi-jiwa/#ixzz1x4pBcgwD
Tidak ada komentar:
Posting Komentar