Hatta
Takuna As’adan Nas, Jadilah orang yang paling bahagia. Sering kali dengan
mudahnya diri ini merasa menjadi orang yang paling tidak bahagia hanya karena
sebuah permasalahan ataupun kesedihan yang sedang mendera.
Padahal banyak disekeliling
kita yang perlu disyukuri dan dinikmati sebagai bagian dari sebuah perjalanan
hidup yang mungkin suatu hari akan membuat diri ini tersenyum saat
mengenangnya. Mungkin sangat sulit untuk tersenyum pada saat hati kita
menangis. Namun percayalah, bila malam telah sempurna kegelapannya maka akan
datang subuh dengan cahayanya. Karena Allah selalu memberikan kelonggaran
terhadap setiap ujian yang diberikanNya. Dan dengan keimanan semua permasalahan
akan menjadi lebih mudah, apalagi bila disertai dengan memperbanyak dzikir. Maka
hati akan semakin tenang menghadapinya. Mungkin bila orang yang belum memahami
dengan benar akan berkata “mana mungkin iman bisa membuat kita kenyang dan
bahagia”. Padahal surga yang dipilih mungkin sebenarnya adalah neraka dan yang
tampak seperti neraka yang telah ia abaikan itulah surga yang sebenarnya. Terkadang
setiap orang takut menderita dan kelaparan sehingga menghalalkan segala cara.
Kehidupan adalah sebuah kesempatan yang tidak kita kenali, dan baru akan kita
pahami setelah kita kehilangannya, dan kesehatan sering tidak disyukuri dan baru
setelah terbaring lemas kita menjadi sangat menginginkannya. Sedangkan orang-orang
disekeliling yang sering diabaikan akan sangat dirindukan setelah kita ditinggalkan
dan kesepian. Tatkala kita dirundung kesedihan dan membuat air mata ini tidak henti-hentinya menentes mungkin
pada saat itu Allah sedang mengajarkan bagaimana caranya untuk tersenyu penuh keikhlasan. Mungkin pula tatkala perut
ini merasakan sakit dan kelaparan sebenarnya Allah sedang mengajarkan bagaimana
caranya mengendalikan hawa nafsu dan ketamakan. Dan pada saat kita mengalami
kegagalan, Allah sedang mengajarkan arti kemenangan yang sesungguhnya. Dan pada
saat kita merasa sedih karen kehilangan orang yang dicinta, sesungguhnya Allah
sedang mengajari kita bagaimana cara mencintai yang benar dan mengingatkan
bahwa tidak ada yang pantas menandingi cinta kepadaNya. Semuanya bergantung
darimana kita memandang setiap permasalahan yang datang. Hidup adalah proses. Sebuah
proses yang akan menempa diri ini sehinga ke-AKU-annya hilang tak berbekas dan
berganti dengan kepasrahan kepada Sang Pencipta. Layaknya emas yang memancarkan
cahayanya
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar